Wali Kota Medan Luncurkan Album Murottal untuk Juara MTQ, Dukung Kafilah Menuju Era Digital dan Berkelanjutan

Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi setiap daerah untuk memanfaatkan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengembangan seni dan budaya. Kota Medan, di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, mengambil langkah inovatif dengan meluncurkan album murottal bagi para juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang, tetapi juga untuk memperkenalkan mereka kepada masyarakat luas dan mendorong kafilah menuju era berkelanjutan.
Komitmen Pemkot Medan terhadap MTQ
Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan bahwa Pemkot Medan berkomitmen untuk tidak hanya berhenti pada ajang perlombaan MTQ. Dia percaya bahwa para juara perlu dikenali dan didengar suaranya. Oleh karena itu, pembuatan album murottal menjadi langkah nyata dalam mendukung para qari dan qariah untuk terus berkarya. Dalam sambutannya saat melepas Kafilah Kota Medan menuju MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara, Rico menyatakan, “Jangan hanya berhenti di lomba. Setelah itu harus didengar, harus dikenal. Kita siapkan album murottal, bahkan kalau bisa masuk ke platform streaming.”
Strategi Jangka Panjang dalam Pembinaan
Rico Waas menyampaikan bahwa pembinaan kafilah harus berorientasi pada keberlanjutan. Dia menegaskan bahwa para juara tidak hanya diharapkan untuk berprestasi pada satu event, tetapi juga untuk berkembang hingga meraih prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Dia menilai, meskipun ada beberapa qari dan qariah yang sudah mencapai tingkat internasional, masih banyak potensi yang belum dikelola secara optimal.
- 55 peserta dalam kafilah Medan
- Prestasi internasional yang masih sedikit
- Target agar mayoritas peserta naik level
- Perlunya pengelolaan potensi yang lebih baik
- Keterlibatan masyarakat dalam mendukung kafilah
“Selama ini ada yang sampai ke tingkat internasional, tapi masih satu dua. Kita ingin dari 55 peserta ini, mayoritas bisa terus naik level,” ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan harapan besar untuk meningkatkan jumlah peserta yang berhasil ke tingkat yang lebih tinggi.
Pentingnya Publikasi Kualitas Bacaan Al-Qur’an
Wali Kota juga menekankan bahwa penting untuk memperkenalkan para juara kepada masyarakat luas. Dia mengakui kualitas bacaan Al-Qur’an yang dimiliki peserta sangat baik dan layak untuk diapresiasi serta dipublikasikan. “Suara mereka harus dikenal. Kita punya jaringan masjid, kita dorong murottalnya diputar di sana. Ini bagian dari syiar sekaligus kebanggaan Kota Medan,” ungkap Rico. Hal ini bertujuan untuk tidak hanya mempromosikan prestasi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keindahan bacaan Al-Qur’an.
Dukungan Fisik untuk Peserta MTQ
Pemkot Medan juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap kondisi fisik para peserta selama MTQ yang berlangsung sekitar sepuluh hari. Rico Waas meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pendampingan yang intensif, mulai dari pemeriksaan rutin hingga pengaturan konsumsi makanan. “Pastikan kesehatan mereka. Cek setiap hari, jaga makanan, jangan sampai sakit. Kalau kondisi tidak maksimal, tentu berpengaruh pada penampilan,” tegasnya. Dukungan ini mencerminkan perhatian serius Pemkot terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta.
Prestasi dan Motivasi untuk Kafilah Kota Medan
Kepada 55 peserta yang tergabung dalam Kafilah Kota Medan, Rico Waas mengingatkan bahwa prestasi Kota Medan sebagai juara umum MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara selama sembilan tahun berturut-turut harus dijadikan motivasi, bukan kesombongan. “Ini bukan untuk berbangga diri, tapi bukti keseriusan kita. Kita ingin terus menunjukkan bahwa Medan mampu melahirkan kafilah-kafilah terbaik,” sebutnya. Pernyataan ini mencerminkan harapan untuk mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kualitas peserta.
Menjadi Duta Al-Qur’an bagi Masyarakat
Rico juga berharap agar para peserta tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi duta Al-Qur’an yang memberikan dampak spiritual bagi masyarakat. “Buatlah suara kalian menggetarkan hati, membawa ketenangan, dan mengajak orang kembali kepada Allah,” pesannya kepada para kafilah. Harapan ini mencakup aspek spiritual yang lebih dalam, di mana setiap qari dan qariah diharapkan dapat memberikan inspirasi dan ketenangan melalui bacaan mereka.
Dengan peluncuran album murottal dan berbagai inisiatif lainnya, Pemkot Medan menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung kafilah MTQ. Langkah ini tidak hanya berfokus pada prestasi semata, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan seni dan budaya di tengah masyarakat. Di tengah tantangan era digital, keberadaan album murottal diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan keindahan dan kedamaian Al-Qur’an ke kalangan yang lebih luas.
Dengan demikian, Kota Medan tidak hanya dikenal sebagai pusat prestasi dalam bidang MTQ, tetapi juga sebagai daerah yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan seni dan budaya Islam. Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi para qari dan qariah, serta masyarakat Medan secara keseluruhan.



