Susunan Terkini Direksi dan Komisaris Kimia Farma untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Dalam upaya untuk memperkuat kepemimpinan dan meningkatkan kinerja perusahaan, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. telah melakukan perubahan signifikan dalam struktur direksi dan komisarisnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa, 3 Juni 2026. Perubahan ini bukan hanya langkah strategis, tetapi juga merupakan respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh industri farmasi, serta komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika pasar.
Perubahan Strategis dalam Susunan Pengurus
RUPST yang diadakan baru-baru ini tidak hanya menyetujui perubahan dalam susunan direksi, tetapi juga menambah satu anggota baru di Dewan Komisaris, yaitu Bonanza Perwira Taihitu. Keputusan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk mengintegrasikan keahlian baru yang dapat memperkuat tata kelola dan strategi jangka panjang. Selain itu, Jasmine Karsono, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Portofolio, Produk, dan Layanan, telah diberhentikan dengan hormat dari jabatannya.
Perubahan dalam kepengurusan ini berlaku efektif setelah RUPST, dengan tetap mematuhi peraturan yang ada. Bonanza Perwira Taihitu, sebelum bergabung dengan Kimia Farma, adalah Staf Ahli Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan di Kementerian Kesehatan. Beliau memiliki pengalaman yang luas dalam kebijakan kesehatan, termasuk sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan.
Profil Anggota Baru Dewan Komisaris
Bonanza memiliki latar belakang pendidikan yang solid, dengan gelar S1 di bidang Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga dan gelar S2 di Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. Pengalaman dan keahlian yang dimiliki Bonanza diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengambilan keputusan strategis di Kimia Farma.
Visi dan Misi Direksi Kimia Farma
Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menekankan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung transformasi bisnis. Pemegang saham telah mengarahkan manajemen untuk lebih fokus pada peningkatan fundamental bisnis perusahaan, yang akan berdampak positif pada efisiensi operasional dan kinerja keseluruhan.
Djagad menegaskan bahwa keputusan yang diambil dalam RUPST merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Dengan mengintegrasikan keahlian baru dalam direksi dan komisaris, Kimia Farma berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas operasional dan kinerja yang berkelanjutan.
Strategi Utama Kimia Farma
Dalam rangka mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, perusahaan telah menetapkan enam pilar strategi yang akan menjadi fokus utama ke depan:
- Ketahanan modal kerja
- Penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)
- Digitalisasi proses bisnis
- Efisiensi operasional
- Penguatan tata kelola perusahaan (GCG)
- Sinergi antar entitas KAEF Grup
Dengan pilar-pilar ini, Kimia Farma berupaya untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan industri. Perusahaan juga menekankan pentingnya pengembangan dan pemasaran produk dengan margin lebih tinggi, sambil tetap berkomitmen untuk menyediakan obat-obatan yang mendukung program pemerintah dalam menjaga aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Komitmen Terhadap Good Corporate Governance
Perubahan susunan direksi dan komisaris juga mencerminkan komitmen Kimia Farma terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dengan tata kelola yang baik, perusahaan dapat menjaga keberlanjutan usahanya di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri yang terus berkembang. Djagad menambahkan bahwa perusahaan akan terus berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek operasionalnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang sebelumnya atas kontribusinya yang berharga. Dengan semangat kolaborasi, kami yakin dapat mencapai kinerja yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Djagad.
Menjaga Pertumbuhan di Tengah Tantangan
Dalam situasi yang penuh tantangan, termasuk volatilitas ekonomi global dan ketergantungan pada bahan baku impor, Kimia Farma tetap optimis. Djagad mengungkapkan bahwa tantangan ini justru menjadi pendorong bagi perusahaan untuk lebih tangguh dan adaptif. “Kami akan terus memperkuat efisiensi, menjaga profitabilitas, dan memastikan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan,” ujarnya.
Susunan Terbaru Direksi dan Komisaris
Berikut adalah susunan terbaru dari Dewan Komisaris dan Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berdasarkan keputusan RUPST pada 3 Juni 2026:
Susunan Dewan Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Stefan Looho
- Komisaris Independen: Diah Kusumawardani
- Komisaris Independen: Fachmi Idris
- Komisaris: Suprianto
- Komisaris: Sumarjati Arjoso
- Komisaris: Bonanza Perwira Taihitu
Susunan Direksi
- Direktur Utama: Djagad Prakasa Dwialam
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Willy Meridian
- Direktur Produksi dan Supply Chain: Hadi Kardoko
- Direktur Sumber Daya Manusia: Disril Revolin Putra
- Direktur Komersial: Hanadi Setiarto
Dengan susunan pengurus yang baru ini, Kimia Farma berkomitmen untuk melakukan inovasi dan memperkuat posisi sebagai salah satu pemimpin di industri farmasi nasional. Melalui kepemimpinan yang solid dan strategi yang tepat, perusahaan yakin dapat menghadapi berbagai tantangan dan meraih kesuksesan di masa depan.






